Claus M Butu

1. Selamat Datang di Official Website BEM Kampus, Sekolah Tinggi Katolik 'Touye Paapaa' Deiyai Keuskupan Timika, Keagamaan Katolik. Website ini sebagai media Pengembangan,minat bakat mahasiswa/I dan media informasi Badang Eksekutif Mahasiswa/I, Kampus STK Deiyai. Terima kasih atas kunjungan anda, semoga anda tertarik untuk berkunjung dan mendapatkan manfaat yang ada. Hotumese!.

Cari Blog Ini

Arsip papua

media sosial

Label

Kursus terbaru dari stk

Cerdas dan Berintegritas

Kamis, 07 Maret 2024

 



Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM STK) Touye PaaPaa Deiyai   selenggarakan Pengabdian Kepada Masyarakat di Bagou

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Keagamaan  katolik (STK) Deiyai menggelar kegiatan kerja bakti social bersama masyarakt bagou. Kegiatan berlangsung pada 24, Februari 2024 di Desa Bagou, Kecamatan Distrik tigi timur, Kabupaten Deiyai.

Kegiatan yang merupakan bagian dari program Pengabdian Masyarakat ini bertujuan membentuk kader BEM STK-TP” Yang  berkualitas serta memberikan kesempatan langsung bagi kader BEM untuk menjalankan tugas pengabdian masyarakat.

Kegiatan dibuka langsung  Dengan doa pembuka oleh Bapak simon mote. dan menghadiri masyarakay bagou beserta 8 mahasiswa/I  sekolah Tinggi katolik Touye PaaPaa Deiyai.

Ibu pewarta takimai pada saat kerja  mengatakan, menjadi pengurus BEM merupakan sebuah kesempatan untuk belajar dan mengembangkan diri, baik itu kemampuan hard skill maupun soft skill.

“Karena itu manfaatkan waktu dengan baik.Menjadi mahasiswa jangan hanya berkutat dengan tugas akademik tetapi alangkah baiknya jika memperkaya diri dengan pengalaman lain seperti ikut aktif dalam organisasi kemahasiswaan,” pesannya.



Dengan berorganisasi, lanjut ibu pewarta takimai, mahasiswa memiliki kesempatan belajar banyak hal, mulai dari belajar bekerjasama, berkomunikasi, kepemimpinan, mengasah kemampuan sosial, mengenal dunia kerja, membentuk pribadi kuat dalam menghadapi tekanan, memperluas pergaulan, membentuk jaringan, dan lainnya.

Meski demikian, ibu pewar takimai  mengingatkan aktif berorganisasi tidak harus mengorbankan tugas akademik atau kuliah.

“Jangan sampai karena berorganisasi lalu lulusnya terlambat. Ini jelas tidak boleh terjadi.Karena lulus terlambat tidak hanya akan merugikan diri sendiri, tetapi juga menurunkan performa kampus Touyee PaaPaa. Jadi, semua harus berjalan seimbang,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, ibu takimai  juga meminta anggota BEM STK menjadi satu tim solid, dan memiliki visi misi sama untuk mendukung kemajuan Kampus Touye PaaPaa.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Mahasiswa STK-TP” Deiyai Nicolas Butu menyebutkan bahwa kegiatan pengapdian kepada masyarakat BEM STK-TP” Deiyai,  merupakan kegiatan rutin yang dilakukan pengurus BEM. Tujuannya, membentuk kader berkualitas serta memberikan kesempatan langsung dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.

“Tahun ini kegiatan membangun tim  terdiri atas dua kegiatan yakni pertama kegiatan internal BEM yang diisi dengan berbagi sesi dan kerja,” jelas Butu didampingi Wakil Presiden Mahasiswa Abel amokwame.

Sesi pertama ini juga membahas soal membangun karakter kepemimpinan dan sinergi, mahasiswa melalui program kerja BEM STK-TP” Deiyai yang bersinergis koko dan matang.

Kemudian kegiatan kedua merupakan kolaborasi BEM dengan masyarakat. Dalam sesi ini, kami mahasiswa/I STK Touye PaaPaa Deiyai juga turung langsung di lapangan aksi nyata  bersama umat yang ada di sini.

“Dalam sesi ini kami juga menggelar kerja bakti bersama masyarakat Desa Bagou,” tambah Butu. Ia menyebut, BEM STK-TP” dalam berpikir dan bertindak selalu berdasarkan asas, landasan dan prinsip yang telah disepakati yakni Pancasila dan Persatuan Mahasiswa di kampus Touye PaaPaa deiyai ini.

Ia menambahkan, BEM STK Touye PaaPaa Deiyai. memegang prinsip Kebebasan Kreatifitas, Kebenaran Ilmiah, Kedaulatan Mahasiswa, Kebersamaan dan Kekeluargaan.

“Melalui kegiatan membangun tim kerja  ini, kami berharap BEM STK-TP” Deiyai ini  dapat secara tuntas memaknai hal-hal tersebut agar lebih terarah dalam menjalankan segala tugas dan tanggungjawab,” jelasnya.  Ia juga berharap kegiatan ini dapat membangun diri, baik itu kemampuan hard skill maupun soft skill dengan semua unsur yang ada di Kampus STK  dan juga luar STK. "Dengan demikian apa yang dijalankan dalam kepengurusan dan juga sebagai mahasiswa/I  bisa jadi bekal di saat sudah lulus nantinya," pungkasnya.

 

Jumat, 01 Maret 2024

 


Artikel Opini : “ Pendidikan yang Tinggi  Belum Tentu Menghasilkan Orang yang Terdidik”

Ditulis oleh:mahasiswa STK Touye PaaPaa Deiyai

Claus.M.Butu

 

 Munculnya berbagai masalah seperti tindak kriminal di lingkungan masyarakat merupakan salah satu tindakan yang umumnya dilakukan oleh orang yang tidak terdidik. Contonya adalah negara indonesia dan papua,  itu banyak sekali masalah yang muncul saat ini, seperti korupsi, kolusi,pelanggaran ham,pemerkosaan, pembunuhan, nepotisme dan lainya. Padahal, di tingkat pendidikan warga negara indonesia sudah terbilang cukup tinggi.  Namun sebenarnya, mengapa hal tersebut dapat terjadi?.



Orang Pintar Belum Bisa Dikatakan Terdidik

Sekolah sd hingga ke perguruan tinggi untuk mendapatkan gelar sarjana,doktor atau bahkan profesor ternyata belum cukup untuk mengubah tindakan seseorang. Mungkin memang sebagian sekolah sd hingga perguruan tinggi warga negara indonesia sudah berhasil membentuk orang-orang pintar.  Akan tetapi, itu tidak ada jaminannya orang tersebut menjadi terdidik. Sudah banyak sekali orang pintar yang melakukan tindak kejahatan orang pintar  adalah pembunuh,tindakan kekerasan,pemerkosaan,pencurian,perampokan,perampasan,penipuan,korupsi,kolusi,dan lainya.

Seperti yang kita ketahui bahwa pola pendidikan umum di indonesia dan papua hanyalah mengajarkan bidang keilmuan seperti pengetahuan dan teknologi saja.

Dengan ilmu baru inilah orang-orang menjadi semakin pintar. Sayangnya, saat ini pendidikan mengenai budi pekerti cenderung dilupakan sehingga banyak orang pintar yang menjadi tidak terdidik. Inilah mengapa banyak sekali pelaku kejahatan didominasi oleh orang - orang pintar, salah satunya adalah para pelaku tindak korupsi.

Mungkin hanya kita yang dapat menemukan bahwa mantan narapidana korupsi tetap dipercaya dan diperbolehkan dalam memimpin sebuah instansi. Tentu saja hal ini sangat memalukan, bahkan justru dianggap sebagai hal lumrah. Padahal jika dilihat, masih banyak orang-orang yang terdidik di luaran sana yang mampu memimpin tetapi tidak dipilih. Andaikata saja  sistem pendidikan umum di indonesia ini direvisi dengan memperhatikan proses dan tidak hanya mementingkan hasil, maka orang-orang terdidik pun akan tercetak.

          Bagi orang yang dituntut mendapat hasil yang bagus, prosesnya bagaimana cara mendapatkannya itu tidaklah penting. Hal inilah yang membuat orang tersebut menghalalkan segala cara untuk mendapatkan hasil yang terbaik, meskipun harus melakukan tindak kejahatan yang merugikan orang lain. Kesalahan sistem tersebut dengan membiarkan anak didik diperbolehkan menggunakan segala cara untuk memperoleh hasil yang sesuai dengan target. Padahal seharusnya, cara yang ditempuh itu juga harus dinilai, apakah benar ataupun salah. Dengan demikian, selain memperhatikan hasil, anak didik juga dapat memperhatikan bagaimana cara memperoleh hasil tersebut dengan cara yang benar. Nantinya, pengaruh dari sistem pendidikan dengan memperhatikan proses ini adalah melahirkan orang-orang pintar. Orang-orang tersebut bukan hanya pintar, tetapi juga terdidik dan bukan orang pintar yang sebenarnya sok pintar.

Apabila di indonesia dan papua mampu mengubah sistem  pendidikan tersebut, maka bukan tidak mungkin di indonesia dan papua akan terbebas dari korupsi dan lainya. Oleh karena itu, saat ini sudah waktunya semua pihak ikut adil dalam mewujudkan indonesia dan papua yang bersih dari korupsi melalui bidang pendidikan. Pendidikan tersebut dapat dimulai dari usia dini dengan orang tua sebagai pengajarnya di rumah. Orang tua di rumah juga harus berupaya dalam menciptakan calon orang terdidik dan bukan hanya orang pintar untuk masa depan indonesia dan papua.

 

     Edukasi  Pendidikan                                   

Seringkali pendidikan tak lagi menjadi solusi dalam eliminasi kebodohan  namun itu telah menjadi ajang pamer ketenaran bakat dan kemampuan   tak lagi dipandangi  lagi malah uang dan kekuasaan  yang di nomor satukan.   Pendidikan bukan hanya sekedar edukasi  tapi pendidikan adalah arti untuk memberikan sebuah nilai diri  di masa depan. Pendidikan bukan pula sekedar ajar tapi pendidikan adalah arti untuk   membentuk  etika moral dan juga nalar,  saat  berpendidikan hanya sebatas pintar dan cerdas yang lahir adalah generasi yang culas dan berperilaku tampa batas konstruk pikiran untuk selalu fokus dengan tujuan korupsi, sehingga Negara Indonesia  didiklah diri sebaik-baiknya dengan pendidikan dan  utamakan moral dan kepribadian yang sejati. Pendidikan adalah pengabdian terhadap negaara dan masyarakat  jadilah  Negara ini generasi yang  touye paapaa yang terdidik, cerdas, kritis, membelah kebenaran,  dan juga menghasilkan ide-ide yang dinamis.  

Pada contoh tersebut, terlihat bahwa penulis menyampaikan opini mengenai bagaimana sistem pendidikan dapat mempengaruhi karakter seseorang. Opini ini yang akan membangun artikel. Hampir semua kalimat yang digunakan oleh penulis adalah kalimat opini. Meskipun berisi kalimat opini, artikel tersebut sukses membuat pembaca mempercayai sehingga menyetujui opini saya tersebut.

 

 

 

Damabagata 14 Februari 2024

Kamis, 25 Januari 2024

 




Senin, 22 Januari 2024

Profil: Kampus Sekolah Tinggi Katolik 'Touye Paapaa' Deiyai Keuskupan Timika, Keagamaan Katolik

 

Yayasan Emawa Owaada, sejak empat tahun lalu telah berupaya  mendirikan sebuah perguruan tinggi, yaitu STK Touye Papa di Waghete, Kabupaten Deiyai. Dalam rangka mengembangkan perguruan tinggi STK Touye Papa, pihak yayasan bersama dengan pihak akdemisi, telah berupaya melakukan berbagai langkah strategis, salah satu upayanya adalah pihaknya telah  membangun sebuah gedung asrama mahasiswa sementara, dengan memiliki empat kamar tidur, masing-masing  satu kamar menyediakan empat tempat tidur, berlokasi di samping gedung Kampus STK Touye Papa di Waghete, yang jaraknya tidak jauh dari Kampus STK Touye Papa. Gedung asrama putra sementara, yang dibangun sejak tahun lalu itu pada berapa hari lalu telah diresmikan oleh Pastor Paroki Waghete, yang ditandai dengan pemberkatan gedung asramaagar gedung asrama tersebut dapat digunakan bagi para mahasiswa STK yang kuliah di Perguruan Tinggi STK Touye Papa di Waghete. Seusasi pemberkatan, Ketua STK Touye Papa, Romo Michael Tekege, Pr melalui sambutannya mengatakan, gedung asrama mahasiswa yang dibangun ini adalah salah satu upaya yang dilakukan dari pihak yayasan bersama pihak akademisi, tetapi juga tidak terlepas dari kerja keras dari para mahasiswa sehingga telah terbangunlah sebuah gedung asrama mahasiswa sementara. “D dibangunnya sebuah gedung asrama  putra ini akan dapat membantu bagi para mahasiswa yang kuliah disini, khususnya mahasiswa yang selalu datang dari jauh ibukota kabupaten di Waghete. Sehingga, dengan tersedianya asrama ini akan menjawab apa yang menjadi beban bagi para mahasiswa selama ini. Sekarang tidak perlu lagi para mahasiswa yang datang dari jauh ke kampus, mulai besok/lusa juga para mahasiswa dapat menempati kamar untuk bisa tinggal, belajar, datang ke kampus dari asrama,” jelasnya.  Lanjutnya, penyediaan gedung asrama ini, walaupun sementara tetapi, pihak pengelola bersama kerja kerasnya para mahasiswa, telah terjawab satu kebutuhan dalam pengembangan kampus STK ini.  Karena menurut dia, gedung asrama adalah salah satu sarana penunjang dalam proses perkuliaan di dalam sebuah perguruan tinggi, maka  terkabulnya satu kerinduan bagi para mahasiswa yang selama ini, para mahasiswa selalu merindukan, untuk dapat tinggal di tempat yang layak dalam proses bangku kuliah di STK ini.   “Hasil kerja keras dan upaya dari semua pihak akademisi maupun pengurus senat, bersama yayasan telah mendirikan sebuah asrama sehingga para mahasiswa merasa legah, tidak menjadi beban soal tempat tinggi bagi mahasiswa yang datang dari jauh dari ibukota Deiyai, di Waghete,” katanya.Oleh sebab itu, dirinya selaku Pimpinan Perguruan Tinggi STK mengharapkan, kepada para mahasiswa khususnya bagi para mahasiswa yang akan menghuni asrama, dapat menjaga dan merawat gedung asrama dan juga dapat menjaga kebersihan agar gedung asrama tetap selalu terjaga dari bahaya kerusakan dan sampah.   Sementara itu, seusai pemberkatan Ketua senat STK Touye Papa Willem Bukega mengatakan, dibangunnya, sebuah gedung asrama putra ini merupakan hasil kerja keras pengurus Senat  STK bersama dengan pihak akademisi STK, karena usulan untuk membangun adalah sesuai dengan program pengurus senat STK, sehingga sesuai dengan sebuah komitmen bersama telah berhasil membangun sebuah gedung asrama untuk para mahasiswa STK.  “Asrama ini satu pintu, kita akan gunakan untuk Sekretariat Pengurus Senat STK. Selain itu, akan dipakai untuk tempat tidur para mahasiswa dan lainnya akan digunakan kamar tidur bagi para mahasiswa,”ungkapnya, setelah proses pemberkatan belum lama ini di Waghete.    Dia juga menyampaikan ucapan terima kasih, kepada pihak yayasan, pihak akademisi dan teman-teman mahasiswa atas kekompakan, partisipasi, kerjasama yang baik, karena hasil dukungan dan kerja keras serta partisipasinya, telah terbangun sebuah asrama bagi mahasiswa, sehingga para mahasiswa juga akan dapat tinggal di tempat yang layak, dalam proses perkuliahan ini.    “Kami sampaikan terima kasih, karena dengan adanya asrama ini para mahasiswa akan dapat belajar dengan baik di asrama dan juga dapat tinggal di tempat yang layak,” ujarnya. Sementara itu, sekedar diketahui proses pelaksanaan acara pemberkatan gedung asrama putra STK sementara, diawali dengan ibadah singkat yang dipimpin Pastor Paroki Waghete, berlangsung di Aula Lap IPA SMP YPPK Waghete dan  dalam acara pemberkatan asrama, dihadiri pihak pengurus yayasan, pihak akademisi, para mahasiswa serta undangan lainnya. (penulis:Nicolas butu)