Claus M Butu

1. Selamat Datang di Official Website BEM Kampus, Sekolah Tinggi Katolik 'Touye Paapaa' Deiyai Keuskupan Timika, Keagamaan Katolik. Website ini sebagai media Pengembangan,minat bakat mahasiswa/I dan media informasi Badang Eksekutif Mahasiswa/I, Kampus STK Deiyai. Terima kasih atas kunjungan anda, semoga anda tertarik untuk berkunjung dan mendapatkan manfaat yang ada. Hotumese!.

Cari Blog Ini

Arsip papua

media sosial

Label

Kursus terbaru dari stk

Cerdas dan Berintegritas

Jumat, 01 Maret 2024

 


Artikel Opini : “ Pendidikan yang Tinggi  Belum Tentu Menghasilkan Orang yang Terdidik”

Ditulis oleh:mahasiswa STK Touye PaaPaa Deiyai

Claus.M.Butu

 

 Munculnya berbagai masalah seperti tindak kriminal di lingkungan masyarakat merupakan salah satu tindakan yang umumnya dilakukan oleh orang yang tidak terdidik. Contonya adalah negara indonesia dan papua,  itu banyak sekali masalah yang muncul saat ini, seperti korupsi, kolusi,pelanggaran ham,pemerkosaan, pembunuhan, nepotisme dan lainya. Padahal, di tingkat pendidikan warga negara indonesia sudah terbilang cukup tinggi.  Namun sebenarnya, mengapa hal tersebut dapat terjadi?.



Orang Pintar Belum Bisa Dikatakan Terdidik

Sekolah sd hingga ke perguruan tinggi untuk mendapatkan gelar sarjana,doktor atau bahkan profesor ternyata belum cukup untuk mengubah tindakan seseorang. Mungkin memang sebagian sekolah sd hingga perguruan tinggi warga negara indonesia sudah berhasil membentuk orang-orang pintar.  Akan tetapi, itu tidak ada jaminannya orang tersebut menjadi terdidik. Sudah banyak sekali orang pintar yang melakukan tindak kejahatan orang pintar  adalah pembunuh,tindakan kekerasan,pemerkosaan,pencurian,perampokan,perampasan,penipuan,korupsi,kolusi,dan lainya.

Seperti yang kita ketahui bahwa pola pendidikan umum di indonesia dan papua hanyalah mengajarkan bidang keilmuan seperti pengetahuan dan teknologi saja.

Dengan ilmu baru inilah orang-orang menjadi semakin pintar. Sayangnya, saat ini pendidikan mengenai budi pekerti cenderung dilupakan sehingga banyak orang pintar yang menjadi tidak terdidik. Inilah mengapa banyak sekali pelaku kejahatan didominasi oleh orang - orang pintar, salah satunya adalah para pelaku tindak korupsi.

Mungkin hanya kita yang dapat menemukan bahwa mantan narapidana korupsi tetap dipercaya dan diperbolehkan dalam memimpin sebuah instansi. Tentu saja hal ini sangat memalukan, bahkan justru dianggap sebagai hal lumrah. Padahal jika dilihat, masih banyak orang-orang yang terdidik di luaran sana yang mampu memimpin tetapi tidak dipilih. Andaikata saja  sistem pendidikan umum di indonesia ini direvisi dengan memperhatikan proses dan tidak hanya mementingkan hasil, maka orang-orang terdidik pun akan tercetak.

          Bagi orang yang dituntut mendapat hasil yang bagus, prosesnya bagaimana cara mendapatkannya itu tidaklah penting. Hal inilah yang membuat orang tersebut menghalalkan segala cara untuk mendapatkan hasil yang terbaik, meskipun harus melakukan tindak kejahatan yang merugikan orang lain. Kesalahan sistem tersebut dengan membiarkan anak didik diperbolehkan menggunakan segala cara untuk memperoleh hasil yang sesuai dengan target. Padahal seharusnya, cara yang ditempuh itu juga harus dinilai, apakah benar ataupun salah. Dengan demikian, selain memperhatikan hasil, anak didik juga dapat memperhatikan bagaimana cara memperoleh hasil tersebut dengan cara yang benar. Nantinya, pengaruh dari sistem pendidikan dengan memperhatikan proses ini adalah melahirkan orang-orang pintar. Orang-orang tersebut bukan hanya pintar, tetapi juga terdidik dan bukan orang pintar yang sebenarnya sok pintar.

Apabila di indonesia dan papua mampu mengubah sistem  pendidikan tersebut, maka bukan tidak mungkin di indonesia dan papua akan terbebas dari korupsi dan lainya. Oleh karena itu, saat ini sudah waktunya semua pihak ikut adil dalam mewujudkan indonesia dan papua yang bersih dari korupsi melalui bidang pendidikan. Pendidikan tersebut dapat dimulai dari usia dini dengan orang tua sebagai pengajarnya di rumah. Orang tua di rumah juga harus berupaya dalam menciptakan calon orang terdidik dan bukan hanya orang pintar untuk masa depan indonesia dan papua.

 

     Edukasi  Pendidikan                                   

Seringkali pendidikan tak lagi menjadi solusi dalam eliminasi kebodohan  namun itu telah menjadi ajang pamer ketenaran bakat dan kemampuan   tak lagi dipandangi  lagi malah uang dan kekuasaan  yang di nomor satukan.   Pendidikan bukan hanya sekedar edukasi  tapi pendidikan adalah arti untuk memberikan sebuah nilai diri  di masa depan. Pendidikan bukan pula sekedar ajar tapi pendidikan adalah arti untuk   membentuk  etika moral dan juga nalar,  saat  berpendidikan hanya sebatas pintar dan cerdas yang lahir adalah generasi yang culas dan berperilaku tampa batas konstruk pikiran untuk selalu fokus dengan tujuan korupsi, sehingga Negara Indonesia  didiklah diri sebaik-baiknya dengan pendidikan dan  utamakan moral dan kepribadian yang sejati. Pendidikan adalah pengabdian terhadap negaara dan masyarakat  jadilah  Negara ini generasi yang  touye paapaa yang terdidik, cerdas, kritis, membelah kebenaran,  dan juga menghasilkan ide-ide yang dinamis.  

Pada contoh tersebut, terlihat bahwa penulis menyampaikan opini mengenai bagaimana sistem pendidikan dapat mempengaruhi karakter seseorang. Opini ini yang akan membangun artikel. Hampir semua kalimat yang digunakan oleh penulis adalah kalimat opini. Meskipun berisi kalimat opini, artikel tersebut sukses membuat pembaca mempercayai sehingga menyetujui opini saya tersebut.

 

 

 

Damabagata 14 Februari 2024

Categories:


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Posting Komentar