Artikel Opini : “ Pendidikan yang Tinggi Belum Tentu Menghasilkan Orang yang Terdidik”
Ditulis oleh:mahasiswa STK Touye
PaaPaa Deiyai
Claus.M.Butu
Munculnya berbagai masalah seperti tindak kriminal di lingkungan masyarakat merupakan salah satu tindakan yang umumnya dilakukan oleh orang yang tidak terdidik. Contonya adalah negara indonesia dan papua, itu banyak sekali masalah yang muncul saat ini, seperti korupsi, kolusi,pelanggaran ham,pemerkosaan, pembunuhan, nepotisme dan lainya. Padahal, di tingkat pendidikan warga negara indonesia sudah terbilang cukup tinggi. Namun sebenarnya, mengapa hal tersebut dapat terjadi?.
Orang
Pintar Belum Bisa Dikatakan Terdidik
Sekolah
sd hingga ke perguruan tinggi untuk mendapatkan gelar sarjana,doktor atau bahkan
profesor ternyata belum cukup untuk mengubah tindakan seseorang. Mungkin memang
sebagian sekolah sd hingga perguruan tinggi warga negara indonesia sudah
berhasil membentuk orang-orang pintar. Akan
tetapi, itu tidak ada jaminannya orang tersebut menjadi terdidik. Sudah banyak
sekali orang pintar yang melakukan tindak kejahatan orang pintar adalah pembunuh,tindakan
kekerasan,pemerkosaan,pencurian,perampokan,perampasan,penipuan,korupsi,kolusi,dan
lainya.
Seperti
yang kita ketahui bahwa pola pendidikan umum di indonesia dan papua hanyalah
mengajarkan bidang keilmuan seperti pengetahuan dan teknologi saja.
Dengan
ilmu baru inilah orang-orang menjadi semakin pintar. Sayangnya, saat ini
pendidikan mengenai budi pekerti cenderung dilupakan sehingga banyak orang
pintar yang menjadi tidak terdidik. Inilah mengapa banyak sekali pelaku
kejahatan didominasi oleh orang - orang pintar, salah satunya adalah para
pelaku tindak korupsi.
Mungkin
hanya kita yang dapat menemukan bahwa mantan narapidana korupsi tetap dipercaya
dan diperbolehkan dalam memimpin sebuah instansi. Tentu saja hal ini sangat
memalukan, bahkan justru dianggap sebagai hal lumrah. Padahal jika dilihat,
masih banyak orang-orang yang terdidik di luaran sana yang mampu memimpin
tetapi tidak dipilih. Andaikata saja
sistem pendidikan umum di indonesia ini direvisi dengan memperhatikan
proses dan tidak hanya mementingkan hasil, maka orang-orang terdidik pun akan
tercetak.
Bagi orang yang dituntut mendapat
hasil yang bagus, prosesnya bagaimana cara mendapatkannya itu tidaklah penting.
Hal inilah yang membuat orang tersebut menghalalkan segala cara untuk
mendapatkan hasil yang terbaik, meskipun harus melakukan tindak kejahatan yang
merugikan orang lain. Kesalahan sistem tersebut dengan membiarkan anak didik
diperbolehkan menggunakan segala cara untuk memperoleh hasil yang sesuai dengan
target. Padahal seharusnya, cara yang ditempuh itu juga harus dinilai, apakah
benar ataupun salah. Dengan demikian, selain memperhatikan hasil, anak didik
juga dapat memperhatikan bagaimana cara memperoleh hasil tersebut dengan cara
yang benar. Nantinya, pengaruh dari sistem pendidikan dengan memperhatikan
proses ini adalah melahirkan orang-orang pintar. Orang-orang tersebut bukan
hanya pintar, tetapi juga terdidik dan bukan orang pintar yang sebenarnya sok
pintar.
Apabila
di indonesia dan papua mampu mengubah sistem
pendidikan tersebut, maka bukan tidak mungkin di indonesia dan papua
akan terbebas dari korupsi dan lainya. Oleh karena itu, saat ini sudah waktunya
semua pihak ikut adil dalam mewujudkan indonesia dan papua yang bersih dari
korupsi melalui bidang pendidikan. Pendidikan tersebut dapat dimulai dari usia
dini dengan orang tua sebagai pengajarnya di rumah. Orang tua di rumah juga
harus berupaya dalam menciptakan calon orang terdidik dan bukan hanya orang
pintar untuk masa depan indonesia dan papua.
Edukasi
Pendidikan
Seringkali pendidikan
tak lagi menjadi solusi dalam eliminasi kebodohan namun itu telah menjadi ajang pamer ketenaran
bakat dan kemampuan tak lagi
dipandangi lagi malah uang dan
kekuasaan yang di nomor satukan. Pendidikan bukan hanya sekedar edukasi tapi pendidikan adalah arti untuk memberikan
sebuah nilai diri di masa depan. Pendidikan
bukan pula sekedar ajar tapi pendidikan adalah arti untuk membentuk etika moral dan juga nalar, saat berpendidikan
hanya sebatas pintar dan cerdas yang lahir adalah generasi yang culas dan
berperilaku tampa batas konstruk pikiran untuk selalu fokus dengan tujuan
korupsi, sehingga Negara Indonesia
didiklah diri sebaik-baiknya dengan pendidikan dan utamakan moral dan kepribadian yang sejati. Pendidikan
adalah pengabdian terhadap negaara dan masyarakat jadilah Negara ini generasi yang touye paapaa yang terdidik, cerdas, kritis,
membelah kebenaran, dan juga
menghasilkan ide-ide yang dinamis.
Pada contoh tersebut, terlihat bahwa
penulis menyampaikan opini mengenai bagaimana sistem pendidikan dapat
mempengaruhi karakter seseorang. Opini ini yang akan membangun artikel. Hampir semua
kalimat yang digunakan oleh penulis adalah kalimat opini. Meskipun berisi
kalimat opini, artikel tersebut sukses membuat pembaca mempercayai sehingga
menyetujui opini saya tersebut.
Damabagata 14 Februari 2024


0 comments:
Posting Komentar